NEWS UPDATE :
Tampilkan postingan dengan label ekonomi dan industri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi dan industri. Tampilkan semua postingan

INDUSTRI DAN DAMPAKNYA

LATAR BELAKANG
Instrustri berasal dari industria yang diartikan sebagai kegiatan ekonomi bagian dari proses produksi, yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau bahan baku menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Dari sudut pandang geografi industri merupakan perpaduan-perpaduan subsistem fisis d
engan subsistem manusia. Subsistem fisis yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan industri, yaitu meliputi komponen-komponen lahan, bahan mentah atau bahan baku, sumber-sumber energi dan iklim dengan segala proses ilmiahnya. Sedangkan subsistem manusianya meliputi komponen-komponen tenaga kerja, kemampuan tekhnologi, tradisi, keadaan politik, keadaan pemerintahan, transportasi dan komunikadi, konsumen, pasar dan sebagainya, sehingga menjadi barang yang bernilai bagi masyarakat.
Indonesia sebagai Negara yang seang berkembang tentu peranan industri sangatlah penting untuk memajukan Negara. Berbgai industri yang berkembang di Indonesia mempunyai peranan masing-masing untuk berkontibusi dalam memajukan Indonesia. Namun selin berperan dalam memajukan Negara, industri tentunya juga memiliki dampak positif dan negatif, baik bagi alam, soaial maupun ekonomi. Industri yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak negatif dan pada akhirnya yang dirugikan adalah manusia sendiri. Namun jika industri dikelola dengan baik maka akan berdampak positif bagi manusia. Untuk itu kelompok kami akan mencoba membahas mengenai beberapa industri yang membuat masalah dan industri yang dapat memcahkan masalah. Beberapa industri yang dapat menimbulkan masalah yang akan kami bahas adalah industry batik, industri music dangdut koplo, industri furniture, sedangkan industri yang dapat memecahkan masalah yang akan kami bahas adalah industry garment, dan industri recycle/industri daur ulang.
PEMBAHASA 
Fungsi dan Peranan Industri
Sebagai sektor yang berpengaruh besar bagi perkembangan sebuah Negara, tentunya memiliki fungsi dan peran yang cukup fital. Beberapa fungsi dan peran industri akan dijabrkan berikut ini.
1.      Fungsi industri
a.       Memberikan Nilai Tambah Pada Suatu Barang atau Jasa.
Karena kegiatan yang dilakukan oleh sebuah industri adalah mengubah suatu barang atau jasa yang semula hanyalah berupa barang mentah ataupun barang setengah jadi menjadi barang setengah jadi ataupun menjadi barang yang siap digunakan..
b.      Dapat Mencukupi Kebutuhan Suatu Barang atau Jasa.
Kita tahu bahwa suatu daerah memiliki kebutuhan dan kemampuan memproduksi suatu barang berbeda-beda.Ada yang memiliki kebutuhan besar tetapi masih mengalami defisit dalam menghasilkan suatu produk.Ada pula yang lebih banyak jumlah produksinya dari pada kebutuhan suatu wilayahnya atau surplus produksi.sehingga, hasil dari produksi suatu industri digunakan untuk memenuhi kebutuhan barang tersebut agar tetap terjalinnya roda transaksi.
c.       Dapat Menunjang Kegiatan Perekonomian.
Hail ini dikarenakan mayoritas hasil produksi industri merupakan barang atau jasa yang paling mendukung roda perekonomian seperti pada contoh industri besi dan baja yang bisa mendukung pertumbuhan infrastuktur. Yaitu, hasil produksinya biasa dijadikan bahan rangka tulang beton untuk setiap bangunan.ataupun hasil industri besi tadi digunakan sebagai bahan pembuatan kendaraan sebagai moda penyalur hasil-hasil produksi.
d.      Dapat Membantu Mengembangkan Teknologi Baru.
Hal ini diartikan biasanya teknologi-teknologi mesin produksi maju pertamakali digunakan sebuah industri yang membutuhkan keefisienan, kepraktisan dan sanggup untuk memenuhi target produksi atau pesanan yang banyak. Maka
industri besar yang biasanya mempeloporinya. Dan seiring dengan berjalannya waktu,industri-industri lain pun juga akan beralih dengan menggunakan teknologi yang maju pula.
e.        Mengurangi Ketergantungan Terhadap Impor.
Sebuah Negara apabila nilai impor dalam neraca perdagangannya lebih besar dari pada nilai ekspornya akan berpengaruh pada hasil perhitungan jumlah pendapatan nasionalnya.di tambah lagi industri-industri dalam negri bisa kalah bersaing bila pemerintahnya tidak cepat-cepat mengambil keputusan, bisa-bisa banyak sector usaha yang gulung tikar dan menyebababkan perekonomian suatu Negara itu terpuruk.
2.      Peranan Industri
a.       Peranannya Untuk Mengurangi Pengangguran.
Tingginya angka pengangguran yang ada di Indonesia merupakan sebuah masalah besar bagi negar ini. Untuk itu industri dihrapkan dapat mengurangi angka pengangguran yang ada di Indonesia, baik industri kecil, menengah, mupun industri besar. Hal itu dikarenakn dalam setiap proses industri pasti dibutuhkan tenaga kerja untuk menjalnkannya. Dengn adanya industri ini maka akan menyerap tenag kerja dn akan mengurangi angka pengngguran di Indonesia.
b.      Meningkatkan Nilai Ekspor.
Ekspor merupakan salah satu pendapatan Negara yang cukup fital, untuk itu industri diharapkan dapat meningkatkan nilai ekspor ke luar negeri. Beberapa industri menyumbang nilai ekspor yang besar bagi Negara. Di Indonesia banyak industri yang menjual hasil produknya ke luar negeri seperti batik, batu bara, emas dan lain-lain.
c.       Meningkatkan Pendapatan Nasional.
Karena setiap hasil keluaran output suatu industri besar juga akan menjadi unsur dalam penghitungan pendapatan nasional dengan metode produksi.Selain itu hasil produksi suatu industri besar juga akan meningkatkan daya beli masyarakat. Karena bila jumlah barang yang beredar di masyarakat cukup banyak, hal itu akan mempengaruhi harga jual barang tersebut menjadi lebih rendah. Hal ini mengakibatkan daya beli masyarakat juga bertambah.

Industri Sebagai Penyelesai Masalah
Industri sebagai penyelesai masalah mempunyai arti industri yang membuat suatu masalah terselesaikan atau mengurangi masalah tersebut. Hal itu merupakan salah satu peranan yang dimiliki oleh bidang pengidustrian. Namun tak selamanya industri hanya sebagai penyelesai masalah saja, pasti ada dampak negatifnya. Begitu pula tak ada industri yang hanya mempunyai hal negatif. Disini kami memilih industri yang menurut kami lebih banyak memberikan dampak positif atau sebagai penyelesai masalah. Berikut ini adalah contoh-contoh industri yang menurut kami memberikan solusi kepada permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia.
1.      Industri Garmen
Industri garmen adalah industri yang mengolah bahan baku menjadi pakaian jadi. Semakin waktu berjalan, kemajuan industri ini semakin baik dan produksinya juga diminati masyarakat. Hal itu membuat industri gamen menjadi salah satu industri yang menjanjikan. Kami memilih industri garmen masuk ke dalam industri yang punya peran menyelesaikan masalah di Indonesia karena menurut kami industri ini dominan sebagai penyelesai masalah daripada pembuat masalah. Menurut kami, berikut ini beberapa peran industri garmen.
a.       Meningkatkan ekspor Indonesia
Industri pakaian berperan cukup penting bagi banyak negara dalam memulai proses industrialisasi. Bagi Indonesia, industri pakaian yang semula hanya merupakan produksi substitusi impor saat ini telah berubah menjadi komoditi ekspor andalan. Menurut ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Benny Sutrisno, ekspor industri pakaian Indonesia pada tahun 2005 mencapai US$ 7,5 Miliar dan diproyeksikan untuk tahun 2006 ini mencapai US$ 8,35 Miliar (Kompas, 2006).
Menurut API, industri pakaian Indonesia juga memiliki daya saing yang relatif baik di pasar internasional. Hal ini disebabkan Indonesia memiliki industri pertekstilan yang lengkap dari hulu ke hilir, yakni dari produk serat (fibers), produk benang/pemintalan (spinning), pertenunan (weaving), rajutan (knitting), pakaian jadi (garment), dan produk tekstil lainnya (other textile). Indonesia memiliki industri pemintalan (spinning) yang besar di kawasan Asia dan Oceania.
Pada industri pakaian ini, salah satu sub sektor yang cukup menjadi pusat perhatian adalah sub sektor industri pakaian jadi atau garmen. Sub sektor ini memiliki kontribusi yang cukup tinggi pada nilai ekspor pakaian di Indonesia. pada tahun 2004 industri pakaian jadi mengalami peningkatan kapasitas produksi dan produksi riil yang masing-masing sebesar 12,88 persen dan 12,14 persen dibandingkan tahun 2003. Pada tahun 2004 terjadi penurunan volume ekspor sebesar 2,84 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun karena rata-rata unit price produk pakaian jadi pada tahun tersebut meningkat 13,17 persen, maka secara keseluruhan terjadi peningkatan nilai ekspor sebesar 9,94 persen
b.      Menyerap Banyak Tenaga Kerja
Menurut direktur pengembangan produk ekspor dan ekonomi kreatif dari Kementerian Perdagangan, Dody Edward, Selain meningkatkan pendapatan negara, industri pakaian ini juga memiliki nilai positif karena dapat menyerap tenaga kerja dan penyediaan lapangan usaha nasional. Masih menurut beliau, industri pakaian mendominasi sektor industri kreatif sebesar 54,32 persen dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 4,13 juta orang, atau 4,22 persen dari tingkat partisipasi penyerapan tenaga kerja nasional. Tak heran, jika sampai saat ini pemerintah sangat mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif melalui industri pakaian.
Hal di atas tak hanya sebatas ucapan belaka, kami menemukan data yang dapat dijadikan bukti. Data yang kami dapatkan adalah data di kota Sukabumi pada tahun 2010. Dari data tersebut terlihat jelas bahwa industri garmen atau pakaian jadi memiliki jumlah tenaga kerja yang paling banyak dibandingkan dengan industri lain di kota Sukabumi yaitu 2.228, dengan jumlah laki-laki 624 dan jumlah perempuan 1.604. Angka-angka tersebut menunjukkan kebutuhan tenaga kerja di industri pakaian memang besar, sehingga dapat mengurangi pengangguran di Indonesia.

2.      Industri Daur Ulang
Mendengar namanya saja kita pasti sudah terbayang bahwa industri ini sangat bermanfaat, itu juga yang kami fikirkan. Industry daur ulang merupakan industri yang mengolah dari bahan baku barang-barang yang sudah tidak terpakai menjadi barang yang kembali dapat digunakan dan bersifat ekonomis. Banyak jenis barang dapat didaur ulang, namun yang paling banyak didaur ulang adalah plastik. Menurut kami industri ini jelas memiliki manfaat yang luar biasa bagi Indonesia.
Masalah sampah di Indonesia merupakan masalah yang sampai sekarang belum terselesaikan, bahkan produksi sampah semakin tahun makin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk yang tak sadar kebersihan lingkungan di Indonesia. Pada bulan April tahun 2012, Kementerian Lingkungan hidup mencatat rata-rata penduduk Indonesia menghasilkan sekitar 2,5 liter sampah per hari atau 625 juta liter dari jumlah total penduduk. Berikut ini tabel perkiraan prosentase sampah dari tahun 1981-2002.
Untuk mengatasi permasalahan sampah tersebut, pemerintah telah melakukan banyak upaya. Namun upaya dari pemerintah saja tidak cukup, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah tersebut. masyarakat juga harus berperan aktif, diantaranya dengan daur ulang. Daur ulang sendiri adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dan dapat dijadikan sebagai industri. Beberapa manfaat dari industri daur ulang adalah sebagai berikut.
a.       Mengurangi jumlah sampah
Karena industri daur ulang berbahan baku dari sampah, maka diharapkan dengan adanya industri daur ulang akan membuat jumlah sampah di Indonesia akan berkurang secara bertahap. Jenis-jenis sampah yang dapat dimanfaatkan dalam industri daur ulang antara lain bungkus rokok, bungkus mie instan, hingga kaca. Barang daur ulang yang sudah banyak di pasaran antara lain tas, dompet, sandal, kerajinan, dan lain-lain.
b.      Meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan
Dengan bahan baku sampah yang tentunya tidak membutuhkan modal yang terlalu besar, pelaku industri daur ulang berpeluang untuk mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Berpadu dengan kreatifitas dan ketekunan yang tinggi, produksi industri daur ulang akan menjadi usaha yang maju. Jika semuanya berjalan dengan lancar, bukan tidak mungkin pendapatan seseorang akan meningkat drastis dengan industri daur ulang dan tingkat kemiskinan di Indonesia akan berkurang. Industri Sebagai Pembuat Masalah
Industri sebagai pembuat masalah adalah industri yang menimbulkan permasalahan bagi kehidupan manusia, baik masalah lingkungan, masalah moral, masalah ekonomi, dan lain sebagainya. Industri dapat menyebabkan masalah jika tidak dikelola dengan baik atau tidak sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada. Sebagai Negara yang sedang berkembang, Indonesia sedang berusaha memajukan industri yang ada, namun sering kali pengelolaan industri tersebut tidak memperhatikan dampak negatifnya. Sehingga banyak industri yang justru menimbulkan masalah dalam kehidupan manusia. Dibawah ini adalah beberapa contoh dari industri yang menimbulkan masalah:
1.      Industri Batik
Batik telah diakui oleh Badan Perserikatan Bangsa Bangsa Urusan Kebudayaan (UNESCO) sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Pengakuan ini diberikan UNESCO dengan melihat berbagai upaya yang dilakukan oleh Indonesia, terutama karena penilaian terhadap keragaman motif batik yang penuh makna filosofi mendalam. Disamping itu, pemerintah dan rakyat Indonesia juga dinilai telah melakukan berbagai langkah nyata untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya ini secara turun temurun. Pengakuan Unesco, membuat pengusaha batik lebih bersemangat karena hasil karya yang sudah diwariskan oleh para leluhur mendapat pengakuan dari dunia.
Industri batik dan tekstil merupakan salah satu penghasil limbah cair yang berasal dari proses pewarnaan. Selain kandungan zat warnanya tinggi, limbah industri batik dan tekstil juga mengandung bahan-bahan sintetik yang sukar larut atau sukar diuraikan. Setelah proses pewarnaan selesai, akan dihasilkan limbah cair yang berwarna keruh dan pekat. Biasanya warna air limbah tergantung pada zat warna yang digunakan. Limbah air yang berwarna-warni ini yang menyebabkan masalah terhadap lingkungan. Limbah zat warna yang dihasilkan dari industri tekstil umumnya merupakan senyawa organik non-biodegradable, yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan terutama lingkungan perairan. Senyawa zat warna di lingkungan perairan sebenarnya dapat mengalami dekomposisi secara alami oleh adanya cahaya matahari, namun reaksi ini berlangsung relatif lambat, karena intensitas cahaya UV yang sampai ke permukaan bumi relatif rendah sehingga akumulasi zat warna ke dasar perairan atau tanah lebih cepat daripada fotodegradasinya (Dae-Hee et al. 1999 dan Al-kdasi 2004).
Zat-zat pewarna tersebut dapat mencemari air sungai yang ada, sebagai contoh adalah yang terjadi di pekalongan. Pekalogan menjadi salah satu pemasok batik kebanyak daerah di indonesia, tetapi dengan meningkatnya kebutuhan batik dipasar lokal maupun mancanegara , industri batikpun dikota pekalongan menjadi  meningkat, tetapi dengan meningkatnya kebutuhan batik yang begitu besar dan menguntungkan bagi masyarakat pekalongan tetapi di sisi lain dimana tidak menguntungkan bagi lingkungan sekitar, masyarakat pekalongan mengsampingkan kebersihan dan kesehatan lingkunganya dimana akibat limbah hasil produksi batik yang dibiarkan mencemari lingkungan sekitar menjadikan kota pekalongan sebagai kota paling tercemar se-jawa tengah. alah satu contoh desa pabelan dan desa jenggot adalah salah satu sentra pengrajin batik di Pekalongan, Jawa Tengah. Hampir setiap warganya adalah pengrajin batik, sungai yang seharusnya sebagai sumber kehidupan beralih fungsi sebagai air tempat pencucian untuk mencuci batik. Juga sebagai tempat untuk membuang limbahnya. Setelah batik selesai diwarnai, batik dicuci dalam sebuah bak. Sisa cucian batik lantas dibuang ke sungai. Memang tidak semua pengrajin batik membuang limbahnya ke sungai, tapi sebagian besar masih ada yang membuangnya ke aliran sungai. Ini adalah kegiatan turun temurun. salah satu dampak yang terjadi adalah air sumur yang sama sekali tidak dapat dipakai airnya terasa asin, pahit dan getir sehingga warnanya pun menjadi kuning bilai dipakai dapat menggangu kesehatan seperti gatal-gatal , infeksi kulit , hingga dapat menimbulkan kanker.
Meskipun demikian, kami bukan berarti tidak setuju dengan adanya batik dan tidak mendukung batik, yang kami sesalkan adalah pengelolaan limbah batik. Pengelolaan batik yang tidak dilkukan dengan benar itulah yang kami jadikan masalah. Seharusnya pengelolaan limbah batik bisa dilakukan dengan bik sehingga tidk hanya menajdi produk unggulan tetapi juga ramah lingkungan.

2.      Industri Musik Dangdut (Koplo)
Industri musik merupakan salah satu industri yang saat ini sedang berkembang pesat di indonesia. Berbagai genre musik mewarnai belantika musik indonesia, mulai dari dangdut, pop, rock, jazz, campur sari, dan masih banyak lainnya. Perkembangan industri musik ini menjadikan menjamurnya pemusik-pemusik di indonesia, mulai dari band, solo, hingga gril/boy band, muali dari anak-anak hingga orang dewasa. Kemasan musik pun sekarang beraneka ragam, mulai dari yang berbau komedi, parodi, hingga yang berbau porno.
Salah satu musik yang sedang menjadi trend sekarang adalah musik dangdut koplo. Musik ini merupakan musik yang lumayan asik untuk berjoged dan menghilangkan stress, tidak heran jika musik ini sekarang menjadi musik rakyat yang banyak didengar oleh masyarakat, baik melalui konser-konser langsung maupun mp3. Namun dibalik itu semua banyak konser-konser dangdut koplo yang disajikan dengan berbau unsur porno, pakaian yang ketat dan mini menjadi daya tarik penonton dismaping itu banyak konser-konser dangdut koplo yang berujung pada perkelahian antar penonton. Tentunya hal tersebut merupakan dampak negatif dari konser musik dangdut koplo. Berikut ini adalah beberapa masalah yang ditimbulkan akibat konser dangdut koplo:
a.       Degradasi moral generasi muda akibat penyanyi dangdut yang memakai pakaian ketat dan mini dimana hal tersebut merupakan termasuk dalam aksi porno. Terutama bagi anak-anak belum cukup umur yang menonton akbat kurangnya pengawasan.
b.      Kerugian fisik dan nyawa akibat twuran yang terjadi saat konser.
c.       Lirik-lirik lagu yang juga sedikit berbau porno akan mercuni pikiran generasi muda, terutama anak-anak di bawah umur yang tidak sepantasnya mendengarkan lagu tersebut.



3.      Industri Furniture
Industri furniture memproduksi barang-barang yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari seperti kursi, meja, dan lain-lain. Pastinya anda pernah membeli barang-barang tersebut? apakah anda pernah berfikir bagaimana proses pembuatan barang furniture tersebut? yang pasti kita ketahui bersama adalah bahan baku dari industri furniture adalah kayu, kayu didapatkan dengan menebang pohon-pohon yang ada di hutan Indonesia. Tentunya jumlah kayu yang dibutuhkan sebagai bahan baku industri furniture tak sedikit, sehingga membutuhkan pohon untuk ditebang dalam jumlah yang besar.
Memang industri ini merupakan industri yang cukup menjanjikan, namun apakah kita memikirkan dampak panjang ke depannya? Maka dari itu kami memilih industri furniture ini masuk dalam industri yang dapat menyebabkan masalah. Semakin banyaknya pohon yang ditebang untuk keperluan industri ini tanpa disertai reboisasi yang baik, maka hutan di Indonesia akan semakin gundul. Apa yang terjadi apabila hutan di Indonesia atau dunia semakin banyak yang gundul? Menurut kami berikut ini beberapa akibatnya.
a.       Pemanasan Global
Sebagai bahan baku utama pembuatan furniture, kayu yang berasal dari pohon di hutan memiliki andil yang besar untuk mengurangi panas bumi karena gas CO2dan menjadikan bumi kaya oksigen karena proses fotosintesis yang menghasilkan oksigen. Sehingga apabila pohon yang ditebang semakin banyak dan hutan-hutan akan semakin gundul, maka akan menyebabkan bumi semakin panas dan pemanasan global tak dapat dihindari.
b.      Bencana Alam
Tidak hanya mengakibatkan pemanasan global, semakin banyaknya hutan yang gundul akan membuat bumi kita semakin banyak terkena bencana. Misalnya saja banjir, meskipun banjir dipengaruhi oleh banyak faktor seperti sampah dan sistem drainase yang buruk, faktor semakin kurangnya pohon di dunia juga mempengaruhi. Tidak adanya hutan atau pohon yang dapat menahan dan menyerap air hujan akan membuat banjir semakin mudah dan sering terjadi.


Pengartian Teknologi


Teknologi sendiri mempunyai banyak pengertian diantaranya yaitu:
1.Definisi Teknologi Menurut Poerbahawadja Harahap, Teknologi adalah :
a. Ilmu yang menyelidiki cara- cara kerja di dalam tehnik
b.Ilmu pengetahuan yang digunakan dalam pabrik- pabrik dan industri- industri.
2. Definisi Teknologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990 : 1158), Teknologi adalah ;
a. Metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis ilmu pengetahuan terapan
b.Keseluruhan sarana untuk menyediakan barang- barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

3. Dalam Random House Dictionary seperti dikutip Naisbitt (2002 : 46) Teknologi adalah sebagai benda, sebuah obyek, bahan dan wujud yang jelas- jelas berbeda dengan manusia.
4. Definisi Teknologi menurut Wikipedia situs wiki terbesar di Dunia, Teknologi adalah : Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
5. Menurut Miarso (2007 : 62) teknologi adalah proses yang meningkatkan nilai tambah, proses tersebut menggunakan atau menghasilkan suatu produk , produk yang dihasilkan tidak terpisah dari produk lain yang telah ada, dan karena itu menjadi bagian integral dari suatu sistem.
6. Finn (1998)
Selain diartikan sebagai mesin, teknologi bisa mencakup proses sistem manajemen dan mekanisme pantauan, baik manusia itu sendiri atau bukan. Teknologi dalam pengertian luas adalah cara pandang terhadap masalah berikut lingkupnya, tingkat kesukaran, studi kelayakan serta cara mengatasi masalah secara teknis dan ekonomis.
7.  Simon - Saliburry (1996)
Simon yang dikutip oleh Saliburry mengemukakan, teknologi sebagai disiplin rasional yang dirancang untuk meyakinkan manusia akan keahliannya menghadapinya lam fisik atau lingkungan melalui penerapan hukum atau aturan ilmiah yang telah tentukan.
8. Saettler - Saliburry (1996)
Saettler mengutip asal katanya - techne (bahasa Yunani), dengan makna seni, kerajinan tangan atau keahlian. Kemudian, Saettler menerangkan bahwa teknologi bagi bangsa Yunani kuno diakui sebagai suatu kegiatan khusus dan sebagai suatu pengetahuan.
Dari pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa teknologi.
1.Dapat diterjemahkan sebagai teknik atau cara pelaksanaan suatu kegiatan atau sebagian suatu proses,
2.Mengacu pada penggunaan mesin dan perangkat keras,
3.Terkait dengan sifat rasional dan ilmiah,
4.Menunjuk suatu keahlian, baik itu seni atau kerajinan tangan dan merupakan aplikasi dan ilmu pengetahuan.

Sementara itu jenis teknologi sendiri juga terbagi dalam berbagai jenis yaitu:
1.Teknologi Komunikasi adalah teknologi yang memudahkan masyarakat untuk bertukar informasi.Mencakup: teknologi komunikasi, teknologi musik, dll.
2. Teknologi Industri adalah teknologi yang memudahkan masyarakat dalam memproduksikebutuhannya. Mencakup: rekayasa keuangan, teknik mesin, pembinaan, dll.
3. Teknologi Perencanaan adalah teknologi yang memudahkan masyarakat untuk merencanakan teknologi baru yang akan dipakai di kehidupannya di masa depan. Mencakup: biorekayasa, perencanaan sipil, perencanaan bangunan, perencanaan biokimia, perencanaan luar angkasa, perencanaan nuklir, dll.
4.  Teknologi Kesehatan dan Keselamatan adalah teknologi yang memudahkan masyarakat dalam menjaga kesehatan dankeselamatannya. Mencakup: bioinformatik, bioteknologi, teknologi kesehatan, dll.
5.  Teknologi Olahraga dan Rekreasi adalah teknologi yang memudahkan masyarakat dalam melengkapi dan menjaminsarana olahraga dan rekreasi. Mencakup: peralatan perkemahan, taman ria, dll.
6. Teknologi Transportasi adalah teknologi yang memudahkan masyarakat dalam berpergian ke tempattujuannya. Mencakup: rekayasa ruang angkasa, perencanaan kelautan, perencanaankendaraan bermotor, teknologi transportasi, dll.
7. Teknologi Kerumahan adalah teknologi yang memudahkan masyarakat dalam menyediakan kebutuhansetiap pemilik rumah. Mencakup: teknologi hasil dan pengeluaran makanan,teknologi pendidikan, perindustrian alat-alat rumah tangga, dll.
8. Teknologi Sains Praktik adalah teknologi yang memudahkan masyarakat dalam menyediakan alat-alat yangmembantu kerja tiap individu dengan menggunakan ilmu sains. Mencakup: teknikaelektronik, rekayasa optik, mikroteknologi, pembangkit listrik, dll.
9.  Teknologi Kemiliteran adalah teknologi yang memudahkan masyarakat untuk memenuhi sarana pasukan bersenjata masing-masing negara. Mencakup: rekayasa bom, perencanaan angkatanlaut, senjata api dan amunisi, dll

Dampak Posisi Silang Indonesia dalam Bidang Ekonomi


      Dampak Posisi Silang Indonesia dalam Bidang Ekonomi
       1.      Dampak Positif
       a.       Merupakan jalur lalu lintas perdagangan dunia, menjadi transportasi negara-negara lain, yang artinya dapat menambah devisa/pemasukan negara.
Beradanya Indonesia di titik silang yang menjadi jalur lalu lintas dunia menyebabkan transportasi di Indonesia berkembang. Banyaknya jasa transportasi yang digunakan maka akan semakin mengembangkan transportasi yang ada serta menambah devisa negara.
      b.      Mempermudah kerjasama dengan negara lain dalam bidang ekonomi.
Indonesia yang berada di jalur lalu lintas perdagangan sehingga memudahkan akses untuk melakukan kerjasama utamanya di bidang ekonomi dengan negara lain.Misalnya untuk melakukan kegiatan ekspor dan impor barang, Indonesia lebih mudah untuk mengaksesnya karena berada di jalur lalu lintas perdagangan.
     c.       Banyak industri asing yang didirikan di Indonesia karena letaknya yang strategis.
Indonesia dilihat memiliki potensi yang cukup bagus untuk mendirikan industri sehingga banyak perusahaan asing yang mendirikan perusahaannya di Indonesia. Hal ini dikarenakan, strategisnya posisi Indonesia dan pasar yang cukup potensial sehingga mendirikan perusahaan di Indonesia. Beberapa perusahaan asing yang mendirikan pabriknya di Indonesia antara lain, honda dan yamah yang merupakan perusahaan motor dari Jepang.
     d.      Adanya persaingan yang kompetitif sehingga masing-masing perusahaan berlomba-lomba menciptakan produk yang terbaik.
Semakin banyaknya industri yang berdiri di Indonesia baik industri asing maupun industri dalam negeri, memunculkan persaingan. Mereka saling berlomba untuk menarik hati konsumen dengan menciptakan produk yang menarik dan berkualitas.
     e.       Banyaknya pengusaha asing yang berinvestasi di Indonesia.
Indonesia yang strategis dan cukup mudah untuk melakukan investasi, maka banyak pengusaha asing menginvestasikan modal mereka di Indonesia.
     f.       Pertanian yang memiliki potensi tinggi dengan iklim yang cocok sehingga dapat menyokong perekonomian masyarakat.
Keadaan Indonesia pun cukup menguntungkan jika dilihat dari geografisnya. Posisi silang Indonesia yang berada di dua benua dan dua samudera menciptakan iklim yang cukup baik untuk mengembangkan pertanian. Didukung dengan tanah yang subur semakin berpotensi tinggi. Selain itu, hasil pertanian ini dapat diekspor ke luar negeri sehingga menjadi pendapatan negara.
     g.      Indonesia yang memiliki begitu banyak tempat yang indah dan eksotis dapat dikelola menjadi tempat wisata yang menambah devisa negara.
Banyaknya tempat yang indah yang ada di Indonesia serta posisi Indonesia yang strategis memiliki potensi tinggi dalam pariwisata. Indonesia mengelola tempat wisata yang ada dengan maksimal sehingga menarik wisatawan untuk datang. Selain itu, dapat melakukan promosi sehingga semakin banyak wisatawan yang tahu mengenai tempat mana saja yang dapat dikunjungi. Semakin banyak wisatawan yang datang semakin banyak pendapatan negara yang diterima.
     2.      Dampak Negatif
     a.      Masyarakat dalam negeri sendiri justru lebih suka membeli produk luar negeri daripada produk dalam negeri.
Maraknya produk luar negeri yang beredar di kalangan masyarakat membuat masyarakat lebih memilih untuk membeli produk buatan asing. Hal ini dikarenakan, produk buatan asing memiliki kualitas yang baik. Selain itu, adanya sikap gengsi yang bila tidak menggunakan produk buatan asing tidak keren, sehingga masyarakat lebih banyak menggunakan produk luar negeri.
     b.      Banyaknya industri asing yang didirikan di Indonesia mengakibatkan industri dalam negeri kalah saing dan tidak dapat berkembang.
Semakin banyaknya industri dan perusahaan saing yang berdiri di Indonesia secara otomatis menyingkirkan industri dalam negeri.
     c.       Menjamurnya produk dari luar negeri
Indonesia yang berada pada di jalur lalu lintas perdagangan dunia sehingga banyak terjadi kegiatan ekonomi baik asing maupun dalam negeri. Selain itu, mudahya produk asing masuk ke Indonesia membuat begitu banyak produk asing yang ada di Indonesia.
     d.      Ketergantungan terhadap produk luar negeri.
Banyaknya produk asing yang beredar di masyarakat membuat masyarakat terbiasa untuk menggunakan produk asing. Di sisi lain produk dalam negeri kualitasnya masih belum sesuai harapan masyarakat. Sehingga masyarakat lebih memilih produk buatan asing dan lama-lama terjadi ketergantungan dengan produk asing.
     e.       Susah berkembangnya industri kecil masyarakat.
Mudahnya investasi masuk serta pendirian perusahaan asing menyebabkan perusahaan tersebut dapat berkembang dengan baik. Hal ini berimbas buruk terhadap indutri kecil yang memiliki modal yang minim. Hal ini dikarenakan sempitnya pasar, yang dipicu oleh konsumen yang lebih memilih membeli produk buatan asing.


      Solusi:
     a.       Posisi silang Indonesia yang menjadi jalur lalu lintas perdagangan menyebabkan banyak terjadi kegiatan ekonomi. Banyak terdapatnya barang dari luar negeri yang memiliki kualitas yang baik berimbas pada masyarakat yang lebih suka membeli produk luar negeri. Oleh karena itu, perlunya kesadaran masyarakat untuk lebih mencintai produk dalam negeri sehingga kita tidak tergantung pada barang buatan asing. Kita harus lebih bisa menghargai produk buatan dalam negeri sehingga dapat berkembang.
     b.      Dari segi industri sendiri perlu adanya peningkatan kualitas dan mutu barang dan jasa yang dihasilkan. Jika kualitas barang baik maka masyarakat lebih memilih untuk membeli produk dalam negeri  dan bukan produk buatan asing.
     c.       Peningkatan Sumber Daya Manusia, sehingga memiliki kemampuan yang mumpuni dan etos kerja yang baik. Dengan hal tersebut kegiatan perekonomian pun dapat berjalan dengan baik.
     d.      Pemerintah lebih selektif dalam menyetujui investasi asing atau pendirian perusahaan asing. Selain itu juga ada perlindungan terhadap industri kecil yang ada sehingga dapat terus berkembang.



Teori Lokasi Industri




Pertimbangan utama dalam menentukan alternatif lokasi industri yaitu ditekankan pada biaya transportasi yang rendah. Pada prinsipnya beberapa teori lokasi tersebut untuk memberikan masukan bagi penentuan lokasi optimum, yaitu lokasi yang terbaik dan menguntungkan secara ekonomi. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai beberapa teori lokasi
A.    Theory of industrial location (teori lokasi industri) dari Alfred Weber
Teori ini dimaksudkan untuk menentukan suatu lokasi industri dengan mempertimbangkan risiko biaya atau ongkos yang paling minimum, dengan asumsi sebagai berikut:
1.       Wilayah yang akan dijadikan lokasi industri memiliki: topografi, iklim dan penduduknya relatif homogen.
2.       Sumber daya atau bahan mentah yang dibutuhkan cukup memadai.
3.       Upah tenaga kerja didasarkan pada ketentuan tertentu, seperti Upah Minimum Regional (UMR).
4.       Hanya ada satu jenis alat transportasi.
5.       Biaya angkut ditentukan berdasarkan beban dan jarak angkut.
6.       Terdapat persaingan antarkegiatan industri.
7.       Manusia yang ada di daerah tersebut masih berpikir rasional.
Persyaratan tersebut jika dipenuhi maka teori lokasi industri dari Alfred Weber dapat digunakan. Weber menggunakan tiga faktor (variabel penentu) dalam analisis teorinya, yaitu titik material, titik konsumsi, dan titik tenaga kerja. Ketiga titik (faktor) ini diukur dengan ekuivalensi ongkos transport. Berdasarkan asumsi tersebut di atas, penggunaan teori
Sebagai contoh adalah industri pakaian atau garmen, misal Ungaran Sari Garmen yang memenuhi kriteria di atas yaitu, lokasinya trepusat di semarang, sumber bahan mudah didapatkan, upah mengikuti UMR semarang, alat transportasi berupa transportasi darat, dan lain-lain.
B.     Teori lokasi industri optimal (Theory of optimal industrial location) dari Losch
Teori ini didasarkan pada permintaan (demand), sehingga dalam teori ini diasumsikan bahwa lokasi optimal dari suatu pabrik atau industri yaitu apabila dapat menguasai wilayah pemasaran yang luas, sehingga dapat dihasilkan pendapatan paling besar. Untuk membangun teori ini, Losch juga berasumsi bahwa pada suatu tempat yang topografinya datar atau homogen, jika disuplai oleh pusat (industri) volume penjualan akan membentuk kerucut. Semakin jauh dari pusat industri semakin berkurang volume penjualan barang karena harganya semakin tinggi, akibat dari naiknya ongkos transportasi. Berdasarkan teori ini, setiap tahun pabrik akan mencari lokasi yang dapat menguasai wilayah pasar seluas-luasnya. Di samping itu, teori ini tidak menghendaki wilayah pasarannya akan terjadi tumpang tindih dengan wilayah pemasaran milik pabrik lain yang menghasilkan barang yang sama, sebab dapat mengurangi pendapatannya. Karena itu, pendirian pabrik-pabrik dilakukan secara merata dan saling bersambungan sehingga berbentuk heksagonal.
Sebagai contoh adalah industri Semen Nusantara

C.     Teori susut dan ongkos transport (theory of weight loss and transport cost)
Teori ini didasarkan pada hubungan antara faktor susut dalam proses pengangkutan dan ongkos transport yang harus dikeluarkan, yaitu dengan cara mengkaji kemungkinan penempatan industri di tempat yang paling menguntungkan secara ekonomi. Suatu lokasi dinyatakan menguntungkan apabila memiliki nilai susut dalam proses pengangkutan yang paling rendah dan biaya transport yang paling murah. Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa:
1.      Makin besar angka rasio susut akibat pengolahan maka makin besar kemungkinan untuk penempatan industri di daerah sumber bahan mentah (bahan baku), dengan catatan faktor yang lainnya sama.
2.      Makin besar perbedaan ongkos transport antara bahan mentah dan barang jadi maka makin besar kemungkinan untuk menempatkan industri di daerah pemasaran.
D.    Model gravitasi dan interaksi (model of gravitation and interaction) dari Issac Newton dan Ullman
Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa tiap massa mempunyai gaya tarik (gravitasi) untuk berinteraksi di tiap titik yang ada di region yang saling melengkapi (regional complementarity), kemudian memiliki kesempatan berintervensi (intervening opportunity), dan kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability). Teori interaksi ialah teori mengenai kekuatan hubungan-hubungan ekonomi (economic connection) antara dua tempat yang dikaitkan dengan jumlah penduduk dan jarak antara tempat-tempat tersebut. Makin besar jumlah penduduk pada kedua tempat maka akan makin besar interaksi ekonominya. Sebaliknya, makin jauh jarak kedua tempat maka interaksi yang terjadi semakin kecil
E.     Teori tempat yang sentral (theory of cental place) dari Walter Christaller
Teori ini didasarkan pada konsep range (jangkauan) dan threshold (ambang). Range (jangkauan) adalah jarak tempuh yang diperlukan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan masyarakat, sedangkan threshold (ambang) adalah jumlah minimal anggota masyarakat yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan suplai barang. Menurut teori ini, tempat yang sentral secara hierarki dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1.      Tempat sentral yang berhierarki 3 (K = 3), merupakan pusat pelayanan berupa pasar yang senantiasa menyediakan barang-barang bagi daerah sekitarnya, atau disebut juga kasus pasar optimal.
2.      Tempat sentral yang berhierarki 4 (K = 4), merupakan situasi lalu lintas yang optimum. Artinya, daerah tersebut dan daerah sekitarnya yang terpengaruh tempat sentral itu senantiasa memberikan kemungkinan jalur lalu lintas yang paling efisien.
3.      Tempat sentral yang berhierarki 7 (K = 7), merupakan situasi administratif yang optimum. Artinya, tempat sentral ini mempengaruhi seluruh bagian wilayah-wilayah tetangganya.
Untuk menerapkan teori ini, diperlukan beberapa syarat di antaranya sebagai berikut:
1.      Topografi atau keadaan bentuk permukaan bumi dari suatu wilayah relatif seragam sehingga tidak ada bagian yang mendapat pengaruh lereng atau pengaruh alam lain dalam hubungannya dengan jalur angkutan.
2.      Kehidupan atau tingkat ekonomi penduduk relatif homogen dan tidak memungkinkan adanya produksi primer yang menghasilkan padi-padian, kayu, dan batubara.

Dalam menentukan lokasi industri ada beberapa orientasi industri diantaranya adalah: 
1.      Berorientasi pada bahan baku (mentah)
a.       Bahan baku mudah rusak atau susut
b.      Pengangkutan bahan baku lebih mahal daripada barang jadi
c.       Volume bahan baku lebih berat daripada produk yang dihasilkan
Contoh: industri semen, industri susu, minyak, air mineral, dan sebagainya.
2.      Berorientasi pada tenaga kerja
a.       Membutuhkan tenaga kerja yang banyak
b.      Banyak memerlukan keterampilan atau skill.
Contoh: industri konveksi, tekstil, ukiran, anyaman, batik, dan sebagainya.
3.      Berorientasi pada pemasaran (pasar)
a.       Biaya angkut barang jadi lebih mahal daripada bahan mentah
b.      Produk yang dihasilkan mudah rusak dan tidak tahan lama
c.       Memerlukan pemasaran yang luas
Contoh: industri kaca, industri makanan, industri minuman
4.      Berorientasi pada sumber energy
a.       Memerlukan energi yang banyak dalam proses produksi.
Contoh: peleburan bijih timah, besi, tembaga, aluminium, dan sebagainya.



SahabatQ

Like Facebokk Friends

ProfilQ

VERDA CANTIKA.PSH

Masih Sekolah di SMPN 1 ploso Jombang dr keluarga 3 bersaudara :adik Rindu masih kelas 4 SDN Kedungrejo dn adik Livi masih kecil umur 2,5 th kami keluarga bahagia yg saling menyayangi dn mengasihi sekian Trimksh Lihat Lengkap ProfilQ